Ciri-Ciri Masuk Angin Pada Anak

Ciri-Ciri Masuk Angin pada Anak, Vamilina.com– Para orang tua sering sekali khawatir ketika melihat anak-anaknya masuk angin dan terlambat memberikan penanganan pertama.

Supaya tidak terlambat, apa sih ciri-ciri masuk angin pada anak. Bagaimana cara cepat mengatasinya?

Ciri-Ciri Masuk Angin pada Anak

1. Demam

Ciri pertama pada anak masuk angin adalah demam. Jika tiba-tiba anak demam, jangan panik terlebih dahulu. Bisa saja anak hanya masuk angin.

Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh pada anak, belum bekerja dengan maksimal. Dengan begitu, anak rentan sekali terkena masuk angin.

Bahkan ketika suhu udara terlalu dingin atau sedang hujan, anak mudah terkena masuk angin.

2. Keringat Dingin

Jika pada saat tidur, anak mengalami keringat dingin. Itu salah satu ciri atau gejala anak mengalami masuk angin.

Ketika tubuh anak belum begitu kuat dengan suhu di sekitar ruangan yang terlalu dingin, atau bahkan panas tetapi menggunakan kipas angin terlalu sering.

Anak akan mengalami masuk angin, dan keringat dingin, karena perbedaan suhu badan dan udara.

3. Nafsu Makan Menurun

Ciri selanjutnya adalah anak akan mulai berkurang nafsu makannya. Jika anak mulai kehilangan nafsu makan setiap harinya, bisa saja anak tersebut masuk angin.

Angin berlebihan yang masuk ke tubuh, akan membuat perut terasa penuh dan kembung.

Dengan begitu, anak merasa tidak ingin makan karena perut penderita terasa kembung.

Jika dibiarkan saja, lama kelamaan anak akan merasa mual bahkan muntah. Muntah yang berlebihan seperti ini akan menyebabkan anak kekurangan cairan tubuh.

Kekurangan cairan tubuh menyebabkan tubuh anak lemas dan tidak bertenaga. Anak hanya ingin tidur seharian dan tidak ingin melakukan aktifitas lainnya.

4. Diare

Diare pada anak bisa disebabkan karena angin yang masuk ke tubuh berlebihan. Masuk angin akan memicu sakit perut pada anak.

Jika dibiarkan, anak akan diare. Ditambah dengan nutrisi yang masuk ke tubuh tidak cukup baik.

Penurunan daya tahan tubuh akibat masuk angin menyebabkan sistem pencernaan tidak bekerja dengan baik. Jika tidak mual, anak akan mengalami diare untuk membuang angin atau gas racun dalam tubuh.

5. Radang Tenggorokan

Ciri lain saat anak mengalami masuk angin adalah radang tenggorokan. Masuk angin akan memicu beberapa penyakit dalam tubuh, seperti batuk dan pilek. Batuk ini di picu karena radang yang terjadi pada tenggorokan.

Pada saat masuk angin, anak akan sulit sekali untuk minum banyak air mineral. Akhirnya akan mengalami dehidrasi karena kurang air mineral.

Dehidrasi pada anak inilah yang menyebabkan tenggorokan menjadi kering dan akhirnya menjadi radang hingga nyeri pada tenggorokan.

Jika rada sudah terjadi, penderita akan semakin sulit untuk makan. Tubuh pun akan menjadi lebih lemas dan tak bertenaga.

Itu lah beberapa ciri anak mengalami masuk angin. Jika sudah terjai, bagaimana penanganan pertama supaya penderita tidak semakin parah?

Cara Mengatasi Masuk angin Pada Anak Usia 2 tahun

1. Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih sangat berguna bagi tubuh anak. Minyak kayu putih membantu menghangatkan tubuh anak.

Oleskan saja minyak tersebut pada perut dan punggung anak. Dengan begitu anak akan merasa hangat. Tubuh menjadi tidak dingin lagi.

2. Bawang Merah

Bawang merah adalah bahan tradisional yang berfungsi sebagai obat masuk angin. Jika anak masih terlalu kecil untuk mengkonsumsi bawang merah.

Haluskan saja bawang merah tersebut kemudian oleskan pada bagian perut, dada, dan punggung anak.

Bawang merah membantu membuka pori-pori kulit sehingga keringat akan lebih mudah keluar. Badan anak juga terasa lebih ringan.

Jadi orang jaman dulu meyakini bawang merah dapat menjadi obat masuk angin dan perut kembung pada anak.

3. Menggunakan Baju Hangat

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah menggunakan baju hangat. Pastikan penderita menggunakan baju yang hangat saat masuk angin.

Hal ini supaya tubuh tidak kedinginan karena udara disekitar yang dingin. Baju hangat akan memberikan kenyamanan pada anak saat tidur.

Dengan tidur menggunakan baju hangat, akan mengeluarkan penyakit dalam tubuh melalui keringat.

4. Banyak Minum

Harus dipastikan bahwa penderita tetap mengkonsumsi banyak air putih. Jangan sampai dibiarkan untuk tidak minum.

Minum banyak air putih akan membantu mengembalikan cairan dalam tubuh. Sehingga, badan tidak terasa lemas.

Jika perlu sediakan teh hangat manis untuk penderita. Teh hangat akan membantu penderita mengeluarkan angin berlebih lewat sendawa ataupun keringat karena minum teh hangat.

5. Banyak Makan

Meskipun sedang masuk angin, penderita harus tetap memaksakkan diri untuk banyak makan.

Dengan begitu, tubuh akan tetap bertenaga. Perut juga tidak akan mual, karena tetap ada nutrisi yang masuk dalam tubuh. Penderita juga tidak akan mengalami diare.

Jika penderita tidak makan, akan memicu diare dalam tubuh dan dehidrasi. Dengan makan yang cukup, penderita bisa tidur dengan lelap. Dan bangun dengan keadaan tubuh yang lebih baik.

Sekian informasi ciri-ciri masuk angin pada anak dan cara penanganan pertama supaya tidak parah. Gunakan tips diatas untuk menghindari masuk angin.


Sumber:

Sumber1

Sumber2

 

Yuk, Bagikan kepada Orang Terdekatmu!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here