Yuk! Kenal Lebih Dalam Motif Batik Indonesia dan Filosofinya

0

Kenali Motif Batik dan Filosofinya, Vamilina.com Di zaman yang maju dan modern ini, siapa yang tidak mengenal batik?

Batik kini menjadi keharusan, bagi setiap orang untuk memakainya di acara tertentu. Tidak hanya orang tua, tetapi kaum mudapun ikut tertarik menggunakannya, bahkan batik juga menjadi trend saat ini.

Batik merupakan kerajinan yang mempunyai nilai tinggi, tidak heran jika batik menjadi budaya, khususnya di tanah jawa sejak dahulu kala.

Batik berasal dari bahasa jawa yakni Amba artinya menulis, dan tik yang artinya membuat titik-titik.

Batik merupakan kain tradisonal, peninggalan nenek moyang yang telah diakui Unesco sejak 2 Oktober 2009.

Sejarah Batik

Batik dulunya hanya di buat di lingkungan keraton, hasilnya di pakai raja, keluarga, pemerintah dan para pembesar.

Dikarenakan banyak para pembesar tinggal diluar keraton, maka seni batik di bawa keluar dan dihasilkan pula di tempat masing-masing.

Lama kelamaan batik ditiru oleh rakyat biasa dan menjadi pekerjaan wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang pada masa itu.

Batik merupakan ciri khas suatu daerah, tiap motif batik mempunyai filosofi yang berbeda, tergantung dari mana batik itu berasal.

Sehingga batik satu dengan yang lainnya mempunyai motif dan nama yang berbeda ( meski terkadang ada juga yang memiliki kesamaan).

Batik tidak hanya selembar kain yang digambar, melainkan setiap “lukisan” batik haruslah memiliki motif, makna dan pemilihan warna sesuai dengan filosofinya.

Indonesia mempunyai banyak maha karya seni, salah satunya adalah batik. Mari kita sedikit menguak beberapa motif batik serta filosofi yang terkandung di dalamnya.

Sebagian Motif Batik yang ada di Indonesia

Motif Batik Berdasar Wilayah

1. Motif Batik Pekalongan

Batik pekalongan ialah batik yang paling terkenal di antara jenis-jenis batik lainya.

Dulunya pengrajin batik pekalongan mayoritas berasal dari pesisir pulai jawa, oleh karena itu batik pekalongan biasa disebut batik pesisir.

Batik pekalongan memiliki ciri khas tersendiri, antara lain:

  • Kain batik pekalongan mempunyai corak Cina
  • Warna soga pada kain batik berasal dari tumbuhan
  • Batik asal pekalongan yang berasal dari penduduk diproduksi dengan warna cerah seperti kuning, merah, ungu, dan lain sebagainya.
  • Batik pekalongan Klasik pada isian motif berupa garis garis saja.

Macam-macam Jenis Batik Pekalongan

1.1. Motif jlamprang

Motif Batik
Gambar: Batik Pekalongan – Motif Batik jlambrang

Motif ini muncul bersamaan dengan berkembangnya agama islam di pekalongan, karena adanya pengrajin batik keturunan Arab dan beragama islam, jadi motifnyapun tidak meniru makhluk hidup.

Karena dalam islam dilarang menggambar makhluk hidup seperti manusia dan hewan.

Oleh sebab itulah, masyarakat pekalongan menciptakan aksen hias geometris yang di dalamnya tidak menggunakan gambar makhluk hidup, dan berkomposisi lebih dari 2 warna.

Motif ini terdiri dari pola ceplokan dalam bentuk bunga padma dan lung-lungan.

Motif Jlambrang sendiri menurut sejarahwan memiliki 2 arti yang berbeda, yang pertama menurut versi islam, batik ini menggambarkan kerukunan.

Sedangkan pendapat yang kedua lebih condong ke arah filosofi orang hindu.

1.2. Motif Liong

Motif Batik
Gambar: Batik Pekalongan – Motif Liong

Pada masa dahulu, di indonesia, khususnya di Pekalongan banyak etnis Tionghoa yang menetap disana.

Hal ini juga mempengaruhi perkembangan batik di pekalongan, salah satu batik yang diciptakan adalah batik Liong.

Motif batik liong cenderung kepada hewan yaitu terinspirasi dari hewan mitologi Naga.

1.3. Motif Semen

Motif Batik
Gambar: Batik Pekalongan – Motif Cerah

Motif batik ini beda dengan batik semen dari jogja maupun solo. Perbedaannya batik pekalongan tidak ada unsur binatang dan cecak, lebih di dominasi oleh garis-garis dekoratif.

Pada umumnya, motif batik semen berupa burung Garuda. Filosofi batik semen terletak pada lambang burung garuda, karena burung ini dianggap gagah dan perkasa.

Diharapkan bagi pemakai batik ini mempunyai keteguhan hati yang kuat.

2. Batik Yogyakarta

Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda, motif batik merupakan cerminan masyarakat itu sendiri.

Batik yogyakarta memiliki ciri tersendiri yaitu memiliki dasar yang mencolok putih bersih. Pola geometri keraton yogyakarta yang khas, besar-besar dan sebagian dipenuhi dengan motif parang dan titik.

Beberapa motif kain batik Yogyakarta antara lain:

2.1. Kawung

Motif Batik
Gambar: Batik yogyakarta – Motif Kawung

Ciri-ciri Batik Yogyakarta Motif Kawung:

Terdiri dari 4 lingkaran berbentuk elips yang mengelilingi lingkaran kecil sebagi pusat, dengan susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri atau ke kanan berselang seling.

Filosofi di atas mempuanyai arti:

Melambangkan 4 arah angin atau sumber tenaga yang mengelilingi yang berporos pada kekuatan,  yang menjadi poros atau pusat dalam hal ini adalah raja.

Kerajaan merupakan pusat ilmu, seni budaya, pemerintahan, agama dan perekonomian. Maka dari itu rakyat harus patuh pada raja.

2.2 Motif Ceplok Grombol

Motif Batik
Gambar Batik: Batik Yogyakarta – Motif Ceplok Grombol

Motif Ceplok memiliki berbagai macam desain geometris, biasanya memiliki dasar bentuk bunga mawar melingkar, bintang ataupun bentuk kecil lainya.

Grombol berasal dari kosakata jawa, yang berarti berkumpul atau bersatu.

Makna dari filosofi ini merupakan harapan orang tua akan semua hal yang baik berkumpul, yaitu rejeki, kerukunan hidup, kebahagiaan untuk orang yang menikah. Agar pesta pernikahan berjalan meriah.

2.3. Motif parang

Motif batik
Gambar: Batik Yogyakarta – Motif Parang Barong

Parang berasal dari kata “batu karang”, motif ini merupakan motif larangan, yang berarti pemakai batik ini hanyalah raja dan keluarganya.

Motif ini berupa garis –garis tegas yang disusun secara diagonal paralel.

Motif parang dari tahun ke tahun mengalami perkembangan seperti parang rusak, parang baron, parang kusuma, parang Pamo, Parang Klithik, dan lereng Sobrah.

Biasanya orang menyebutnya dengan motif keris, tetapi orang jawa biasa menyebut motif Parang dengan Lidah api.

Lidah api merupakan salah satu motif batik paling kuat dari motif yang lain.

Makna motif parang ini, melambangkan usaha dalam mempertahankan negara dari ancaman musuh.

Batik motif parang ini mempunyai pantangan bagi calon mempelai, menurut cerita jika dipakai mempelai pengantin pada saat pernikahan maka akan dipercaya membawa kesialan dan kelak rumah tangga mempelai akan perang ( cekcok ) terus.

2.4. Motif Lereng

Motif Batik
Gambar” Batik Yogyakarta – Motif Lereng

Batik Yogyakarta motif Lereng ini memiliki pola yang hanya berupa deretan garis diagonal sempit dipenuhi dengan seluruh lereng dari pola kecil.

Hal ini melambangkan kesuburan, harapan untuk kemakmuran, tekad, untuk memiliki keberanian untuk melaksanakan apa yang penting bagi bangsa dan rakyat

2.5. Motif Nithik

motif Batik
gambar: Batik Yogyakarta – Motif Nithik Randu Saling

Motif nithik mempunyai warna coklat dan putih, motif ini sering digunakan untuk upacara adat perkawinan.

Motif nithik cakar nama batik ini, cakar inilah yang digunakan untuk mengais rezeki untuk mencari makan.

Hal ini di ibaratkan agar nantinya calon mempelai bisa mencari nafkah halal sepandai ayam.

2.6. Motif Trumtum

Gambar: Batik Yogyakarta – Motif Nithik Trumtum

Motif Trumtun ini karya Kanjeng Ratu Beruk, permasisuri Sri Susuhan paku Buwono III, dalam keprihatinan dan kesedihan yang mendalam.

Menurut Kanjeng Ratu Beruk, Sri Baginda berubah, tidak lagi memberikan kasih sayang kepadanya.

Kanjeng Ratu Beruk menciptakan suatu pola batik dengan permohonan rahmat kepada Sang pencipta agar Baginda mencintainya kembali.

Do’a permaisuri terkabul, Pada suatu hari Sri Baginda benar-benar hadir di tempat permaisuri membatik, dan dihari-hari berikutnya Baginda juga selalu hadir.

Setelah menyaksikan batik karya permaisuri, Sri Baginda memanggil Kanjeng Ratu Beruk untuk kembali ke istana.

Motif ini bermakna cinta tumbuh kembali, sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin subur berkembng (Tumaruntum).

Motif kain batik ini dipakai oleh kedua orang tua pengantin, karena dimaknai bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

2.7. Motif Semen

Gambar: Batik Yogyakarta – Motif Semen Sidoasih

Motif semen ini memiliki filosofi dari sebuah “kehidupan yang bersemi”, yang berarti menggambarkan kehidupan yang makmur dan perkembangan ke arah yang lebih baik dalam hal yang baik.

Motif Semen Batik Yogyakarta Memiliki 3 Jenis Variasi

Pertama, ornamen berkaitan dengn daratan, seperti Flora (tumbuh-tumbuhan) dan fauna (hewan berkaki empat).

Kedua, ornamen berkaitan dengan udara. seperti Garuda.

Ketiga, ornamen berkaitan dengan air, seperti ikan, katak. Jenis ornamen yang berkaitan erat dengan tribawono dan triloka

2.8. Motif Gurda

Motif Batik
Gambar: Batik Yogyakarta – Motif semen Gurda

Berawal dari Batara Wisnu ke Nirwana, dengan mengendarai burung garuda. Sehingga burung ini di anggap sakti tanpa berguru pada siapapun.

Peperangan antara Garuda dengan dewa, dalam peperangan tersebut para dewa kalah. Sehingga mereka meminta bantuan pada Sang Hyang wisnu, yang kemudian menemui burung garuda.

Pada pertemuan itu terjadi perdebatan diantara keduanya, dewa akhirnya kalah, dan burung garuda mengajukan usul agar para dewa mengajukan permohonan apa saja yang nantinya akan dikabulkan oleh garuda, akhirnya Sang Hyang Wisnu memohon agar garuda menjadi tungganganya untuk kembali ke Sorga Loka (tempat tinggal para dewa)

Motif ini adalah motif sederhana dan tidak banyak variasi. Gurda berasal dari kata Garuda, menurut kepercayaan orang jawa, burung Garuda adalah burung yang suci, gagah dan kuat.

2.9. Motif Isen

Motif Batik
Gambar: Batik Yogyakarta – Motif Isen

Motif ini berisi isen-isen sederhana dan tidak banyak variasi. Batik ini mempunyai motif berupa titik-titik, garis-garis atau gabungan titik dan garis yang berfungsi untuk ornamen-ornamen motif.

3. Batik Solo

Batik solo terkenal dengan corak tradisionalnya, baik dalam proses cap maupun proses tulisannya.

Bahan-bahanya masih menggunakan bahan lokal. Seperti bahan untuk pewarnaan batik masih menggunakan bahan soga jawa.

Warna coklat pada soga mempunyai makna kerendahan hati yang bersahaja, menandakan kedekatan dengan bumi, alam, yang secara sosial bermakna dekat dengan rakyat.

Sedangkan pola batik menggunakan pola sidomukti dan pola sidoluruh.

Macam-macam Motif Batik Solo antara lain:

3.1. Motif Slobog

Motif Batik
Gambar: Batik Solo – Motif Slobog
Motif Batik
Gambar: Batik Solo- Motif slobog

Slobog berarti longgar atau besar. Batik ini biasanya digunakan untuk melayat.

Makna yang terkandung di dalam motif batik ini agar arwah seseorang yang meninggal dapat di terima kebaikanya dan orang yang ditinggalkan diberi kelonggaran atau ketabahan.

Biasanya batik ini mempunyai dasaran hitam.

3.2. Batik Parang Kusumo

motif batik
Gambar: Batik Solo – Motif parang Rusak

Batik Parang Kusumo berasal dari kata Kusuma yaitu bunga, batik ini melambangkan hidup haruslah dilandasi perjuangan unkuk mencari keharuman lahir batin.

Dalam hal ini keharuman pribadi tanpa meninggalkan sopan santun agar terhindar dari bencana secara lahir dan batin.

3.3. Batik Sidomukti

Motif batik
Gambar: Batik Solo – Motif sidomukti

Batik sidomukti berasal dari bahasa jawa, yaitu sido yaitu terus menerus atau berkelanjutan, dan kata mukti artinya berkecukupan.

Dari kata tersebut dapat disimpulkan bahwa sidomukti adalah sebuah harapan kepada semua orang yang mengenakanya, mendapat kehidupan yang bahagia dan rezeki secara terus menerus.

Selain itu motif sidomukti mempunyai arti kemakmuran baik di dunia maupun di akherat.

3.4. Motif Trumtum

Motif Batik
Gambar: Batik Solo – Motif Truntum mangkoro

Sebagai mana motif Trumtum Yogya, Motif Trumtum Solo juga bermakna cinta tumbuh kembali.

Simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin tumbuh berkembang (Tumaruntum).

Biasanya motif kain batik ini dipakai oleh kedua orang tua pengantin, karena dimaknai bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

3.5. Motif Batik Satrio Manah

Motif batik
Gambar: Batik Solo – Motif Satrio Manah

Batik ini biasanya dipakai oleh wali pengantin saat lamaran, makna dari motif batik ini agar lamaran diterima oleh pihak perempuan.

3.6. Motif Batik Semen Rante

Motif batik
Gambar: Batik solo – Motif Semen Rante

Kata semen diambil dari kata Semai, yang melambangkan cinta di antara sepasang kekasih agar selalu bersemi, sesuai dengan motif batik rante ini yang memiliki motif gunung.

Gunung melambangkan tempat semua tumbuh-tumbuhan bersemi, hal ini melambangkan bahwa wanita yang dilamar, harus siap menjadi tempat persemaian laki-laki.

Sedangkan arti Rante ialah menyiratkan kepada sebuah ikatan atau pertalian yang kokoh.

Jadi motif batik ini mempunyai arti jika lamaran diterima, maka harapanya pernikahan kedua mempelai langgeng, hanya maut yang dapat memisah, pemakai batik ini biasanya perempuan yang akan di lamar.

3.7. Batik Pamilumito

Motif Batik
Gambar: Batik Solo – Motif Pamiluto

Pamiluto berasal dari kata pulut, yang berarti perekat dalam bahasa jawa, yang bisa berarti “terpilut” atau terikat.

Hal ini memberi arti bahwa agar ikatan hubungan tidak dapat dipisahkan sampai waktu pernikahan.

Motif batik ini biasanya dipakai oleh ibu pihak mempelai wanita pada saat acara tukar cincin.

3.8. Motif Batik Ceplok Kesatriyan

Motif Batik
Gambar: Batik solo- Motif Kesatria

Batik solo motif ceplok kesatriyan ini biasanya dipakai sebagai kain dalam upacara kirab pengantin sebelum kedua mempelai duduk di kursi pengantin.

3.9. Motif Batik Semen Gendong

Gambar: Batik Solo- Motif Semen Gendong

Motif batik ini digunakan oleh pria dan wanita setelah upacara pernikahan, dengan harapan setelah menikah bisa langsung punya momongan.

3.10. Motif Bathik Bondhet

Motif batik ini, biasanya dikenakan mempelai wanita saat malam pertama. Ada beberapa jenis motif bondhet antara lain:

3.11. Batik Solo Ridho Asih

Berpola dasar bentuk segiempat, bermotif geometris. Motif ini memiliki arti keluhuran. Hal ini mempunyai harapan tersendiri  agar mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Motif batik ini berkembang setelah kepemimpinan SISKS PB IV di keraton Surakarta.

3.12. Batik solo Ratu Ratih.

Motif ini disebut ratu ratih diambil dari kata “ Ratu-Patih”. Batik ini memiliki gambaran suatu kemuliaan dan sinergi.

3.13. Batik Parang Kusumo

Parang artinya pedang, Kusumo artinya seorang kesatria yang memiliki wibawa dan mencintai rakyatnya.

Batik ini hanya diperuntukan untuk orang yang memiliki darah biru atau keturunan raja.

3.14. Batik Solo Bokor Kencana

Batik ini memiliki pola dasar lung-lungan yang bermakna harapan, keagungan, serta kewibawaan. Motif ini untuk pertama kalinya dibuat untuk dikenakan PB XI.

Batik Solo Segar Jagat, Sekar atinya Bunga dan Jagat adalah Dunia. Arti dari motif batik ini mengandung arti keindahan dan keluhuran kehidupan di dunia

4. Motif Batik Bali

Industi batik di bali dimulai tahun 1970 yang dipelopori oleh Pande Ketut Krisna yang berasal dari Tegeha, desa batubulan, sukawati Gianyar, Bali.

Awalnya Ketut Krisna menggunakan teknik batik cap dengan bantuan alat tenun manual biasa bukan mesin.

Perkembangan seni batik di Bali tergolong baru, meskipun begitu perkembanganya cepat, terbukti dengan perkembangan yang signifikan terutama pada industri batik.

Biasanya masyarakat Bali sering menggunakan bali bermotif lokal untuk upacara adat.

Di Jawa kain batik biasanya terbuat dari selembar kain putih, tetapi dibali memakai kain mori, karena bobot dari kain batiknya terasa berat dari kain lain.

Selain itu perpaduan antara motif tradisional dan modern menjadi satu, contohnya motif daerah khas Bali seperti naga, burung bangau, kura-kura dan rusa.

Masyarakat Bali menggunakan batik dalam berbagai aktivitas yang erat kaitanya dengan upacara adat ataupun ritual keagamaan.

Kain batik di ikatkan pada bagian kepala, atau dalam istilah bali dikenal dengan udeng.

Ada Beberapa Motif Batik Bali, antara lain:

4.1. Motif Batik Bali Merak Aborhokokai

motif batik
Gambar: Batik Bali -batik motif Merak Abyorhokokai

4.2. Motif Batik Bali Singo Barong

Motif Batik
Gambar: Batik Bali- Motif barong

4.3. Motif Batik Bali Ulamsari Mas

Motif Batik
Gamif Ulamsaribar: Batik Bali- Mot

4.4. Motif Batik Bali Jagatan Pisang

Motif batik
Gambar: Batik Bali- Motif jagatan pisang

5. Motif Batik Cirebon

Batik Cirebon tergolong dalam kelompok pesisiran, batik ini mempunyai motif yang unik dan khas.

Batik Cirebon sendiri digolongkan menjadi 3 kelompok: batik keraton, batik kasepuhan dan keratom kanoman.

Berikut pembagian motif Batik Cirebon:

5.1. Motif Batik Megamendung

Motif Batik
gambar: Batik Cirebon- Batik Motif megamendung

Motif baik Mega Mendung ini berupa gambar menyerupai awan dengan warna tegas.

Filosofi yang terkandung dalam batik ini erat kaitanya dengan sejarah lahirnya batik di cirebon.

5.2. Motif Batik Sawat Pengantin

Motif Batik
Gambar: Batik Cirebon- Batik Motif Megamendung

Motif batik sawat pengantin diambil dari bahasa cirebon, kata sawat berarti sayap.

Memiliki filosofi gambaran tentang keesaan seperti pengantin, dengan penuh pengharapan dan kebahagiaan secara lahir batin.

5.3. Motif Batik Paksinaga Liman

Motif Batik
Gambar: Batik Cirebon- Batik Motif Paksinaga Liman

Pada masa dahulu kereta paksi Naga Liman adalah kereta kencana kerajaan Kanoman, Cirebon.

Diperkirakan dibuat pada tahun 1608, berdasarkan angka jawa 1530 yang tertera di leher badan kereta merupakan angka tahun saka.

Mempunyai ukuran panjang 3 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 2,6 meter dan ditarik oleh 6 ekor kuda.

Kereta ini digunakan untuk menghadiri acara besar atau kirab pengantin keluarga kerajaan.

Paksinaga liman merupakan gabungan antara binatang Paksi (garuda), yang artinya melambangkan atas atau langit, dianggap mendapat pengaruh dari Mesir.

Naga (ular), artinya kekuatan alam bawah atau air, dianggap pengaruh dari Cina. Dan Liman (gajah), artinya alam tengah atau bumi, di anggap pengaruh dari India.

Paksinaga liman adalah symbol kekuatan kerajaan cirebon. Paksi Naga Liman menggambarkan peran raja atau sultan sebagai penguasa dan pengayom masyarakat cirebon.

Sedangkan belalai gajah yang memegang trisula dan tombak melambangkan bahwa raja haruslah memiliki rasa cipta, dan karsa yang tajam.

5.4. Motif Batik Patran

Motif Batik Patran tidak hanya digemari di dalam negri, tetapi di luar negripun banyak yang menyukainya, ini terbukti dengan orang jepang suka memesan batik ini sebagai kimono.

5.5. Motif Batik Singo Barong

Motif Batik
Gambar: Motif Batik singo Barong

Motif ini terinspirasi oleh alat transportasi yang sering dijumpai. Pada jaman dahulu pada masa kesultanan cirebon, sudah memiliki kendaraan yang hampir mirip dengan mobil canggih yaitu kereta sibarong.

Kereta ini ditarik oleh empat ekor kerbau, dan digunakan sebagai kendaraan sultan. Dan kini kereta singa barong telah di simpan di museum kesultanan kasepuhan cirebon.

Batik ini hanya dipakai oleh keluarga kerajaan.

Batik singo barong  berasal dari budaya bali dan jawa, dari  kata “Barong” dianggap sesuatu yang ajaib.

Barong terdiri dari beberapa gabungan antara lain, singa atau macan pada bagian tubuh, kaki, mata.

Naga pada bagian mulut menyeringai dengan lidah yang menjulur. Garuda pada bagian sayap dan terakhir Gajah pada bagian belalai.

Dari berbagai gabungan diatas, melambangkan penyatuan kekuatan.

Dari unsur binatang tersebut melambangkan kebesaran dan keperkasaan serta keagungan bagi pemakai batik singo barong.

Batik Singo barong ini telah menurunkan batik yang lain, di antaranya Batik Singa Payung. Batik singa payung ini terinspirasi oleh lingkungan Keraton Kanoman.

Ciri batik singo barong ialah terdapat gambar kereta singa barong dengan dasaran berwarna putih.

Di sentra batik cirebon di daerah trusmi didapatkan turunan dari jenis batik ini yaitu batik singa payung dan singa wadas.

5.6. Motif Batik Kompeni

Motif Batiki
Gambar: Batik solo- motif batik kompeni

Jika batik yang lain memilif motif flora dan fauna, maka beda halnya dengan batik satu ini, batik kompeni mempunyai motif gambar yang bercerita.

Bisa dilihat dengan jelas motif pada gambar batik ini menceritakan rakyat pribumi pada masa penjajahan dulu.

Ciri batik kompeni ini mengambarkan tentara VOC dan penduduk semasa dijajah dulu.

Motif Batik Berdasar Desainnya

1. Motif Batik Bunga

Batik motif bunga mengambarkan arti keindahan, kecantikan dan kebahagiaan. Motif yang sederhana pada daun.

Motif ini mempunyai arti sebagai wahyu Tuhan untuk menggapai suatu cita-cita, antara lain penghargaan, kenaikan pangkat, rizki berlimpah.

Ada beberapa macam motif batik bunga, salah satunya

1.1. Motif Batik Bunga Kanthil

Di jepara diceritakan bahwa motif ini diciptakan oleh R.A Kartini, batik motif bunga kanthil terinspirasi dari pengabungan 2 gaya batik yaitu batik keraton solo dan batik pesisir keraton.

Makna  dari motif bunga kanthil ialah “tali rasa” (tansah kumanthil-kanthil), bunga kanthil sendiri saling terhubung dengan ranting-ranting yang tidak putus.

Ini melambangkan kasih sayang yang mendalam dan tidak pernah putus.

Motif Bunga
Gambar: Batik Motif Bunga Kanthil

2. Batik Kawung

Motif Batik
Gambar: Batik Motif kawung

Kawung merupakan batik tertua, motif ini berasal dari jawa. Asal usul batik kawung diyakini berasal dari sultan mataram pada abad ke-9

Batik kawung ini hanya boleh di pakai oleh keluarga kerajaan mataram saja dan kerajaan Mataram dibagi menjadi 2 yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Di Surakarta pemakai batik ini, hanya dipakai oleh golongan Punakawan dan abdi dalem jajar piyantaka.

Menurut sejarah batik kawung berkembang pada jaman kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu tahun 1755 atau abad ke-18.

Di Yogyakarta pemakai batik ini hanyalah sentana dalem dan keluarga kerajaan.

Sejarah Batik Kawung

Menurut sejarah kawung berasal dari 2 versi. Pertama, kawung berasal dari nama serangga sejenis kumbang yang berwarna cokelat cerah. Kawung sendiri adalah hama tanaman, sehingga membuat petani resah.

Kedua, kawung berasal dari sejenis tumbuhan palem/ buah dari pohon aren yang biasa di sebut kolang kaling.

Bentuknya merupakan penampangan lintang (irisan) dari buah tersebut yang memperlihatkan bentuk oval dari keempat bijinya.

Buah ini berwarna putih yang bersembunyi di balik kulitnya yang keras, yang mempunyai makna bahwa kebaikan hati kita, tidak perlu diketahui orang lain, dan mempunyai arti hati yang bersih tanpa ada keinginan untuk ria.

Selain itu semua bagian pohon aren berguna, dari akar, batang, daun, dan buahnya.

Ini mengisyaratkan bahwa manusia di muka bumi ini haruslah saling bermanfaat bagi sesama, baik itu kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara.

Motif kawung sendiri mempunyai makna kearifan, kebijaksanaan bahwa setiap keinginan harus disertai dengan usaha keras maka akan membuahkan hasil, karena hasil tidak pernah menghianati usaha.

Harapan bagi pemakai batik kawung ini, agar menjadi manusia yang unggul dan menjadikan hidupnya bermakna. dan mendapatkan rejeki lancar.

Ada beberapa motif batik kawung, antara lain:

2.1. Kawung Picis

Diambil dari nama uang pecahan 10 sen. Batik kawung picis merepukan salah satu jenis motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulat lonjong yang berukuran kecil menyerupai mata sepuluh senyang

2.2. Kawung Bribil

Nama Kawung bribil diambil dari pecahan uang 25 sen, Batik kawung bribil merupukan moti-motif kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih besar dari kawung picis.

Nama bribil diambil dari dari mata dengan nilai uang satu sen yang bentuknya lebih besar dari pada picis

2.3. Kawung Sen

Motif batik kawung sen merupakan motif yang ukuran isen-isenya sebesar mata uang  sen. jenis motif kawung sen ini  tersusun oleh bentuk bulat lonjong

3. Mego Mendung

Motif Batik
Gambar: Motif batik Megomendung

Mego Mendung berasal dari dua kata yaitu, mega yang berarti awan, mendung artinya langit yang meredup, mendung biasaanya ada di saat akan turun hujan.

Hal ini mempunyai harapan bahwa Mega melambangkan langit yang luas, mendung simbol kerajaan Cirebon, jadi kerajaan atau raja haruslah mengayomi dan melindungi rakyat supaya terciptanya suasana damai dan sejuk.

Batik motif Mego mendung awalnya di buat oleh Pangeran Losari yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati, saat itu pangeran Losari terinspirasi oleh motif china.

Dalam pembuatan batik motif mego mendung ini dibutuhkan kesabaran karena batik ini mempunyai gradasi tujuh lapis, bedanya motif awan mendung dengan motif china terletak pada gradasinya, pada motif china tidak mempunyai gradasi.

Makna Mego Mendung

Mendung berarti dalam menjalani kehidupan, manusia haruslah mempunyai sifat sabar dan tidak mudah marah, jadi filosofi dari batik mendung, agar manusia jangan mudah marah dan mudah panas.

Dalam pembuatan batik mego mendung ini, seniman haruslah sabar,dalam membuatnya tidak boleh dengan marah dan harus telaten. Harus dalam kondisi suasana hati dingin, dan tenang.

Pembuatanya harusnya hati-hati posisi gambar mego mendung sendiri harus mendatar, bukan berdiri.

Karena mendungnya awan bisa mendinginkan suasana dibawahnya, mego mendung sendiri dibuat agar bisa saling mengayomi.

Jadi diharapkan bagi pemakai batik bermotif mego mendung mempunyai sifat penyabar dan saling mengayomi.

Motif Batik Berdasar Masanya

1. Batik tradisional

Motif Batik

Batik sederhana merupakan batik yang motifnya terikat oleh suatu aturan, karena itu pembuatanya juga harus memenuhi aturan.

Batik tradisionnal bersifat terikat dengan aturan terutama dalam pembuatan motif dan terikat dengan isen-isen tertentu.

Isen-isen yaitu gambar-gambar yang berfungsi untuk mengisi dan melengkapi gambar ornamen dalam batik, bisa  tediri dari titik titik atau garis-garis.

Dalam pembuatan batik tradisional ini, lebih memakan waktu yang lumayan lama yaitu 2 sampai 3 bulan karena mengunakan tektik batik tulis.

Oleh karena itu batik tradisional lebih mahal dibandingkan dengan batik modern. Batik tradisional antara lain: batik becak, batik pekalongan,

2. Batik Modern

Motif Batik
Gambar: batik cap

Perkembangan batik dimulai pada tahun 1967, dan barulah tahun 1970 mendapatkan sambutan.

Para seniman masyarakat mulai menerima dan mengakui keberadaan batik modern. Sehingga para seniman mulai mengembangkan batik modern.

Dilihat dari namanya, batik modern ini ialah batik yang mengikuti perkembangan zaman. Batik modern ini, lebih menonjolkan sisi keindahan, modelnyapun menyesuaikan zaman, agar tidak ketinggalan jaman.

Cara pengerjaanya lebih mudah, karena tidak terikat dengan aturan tertentu baik penggunaan susunan motif atau warna yang digunakan.

Teknik pembuatanya lebih mudah karena menggunakan teknik batik cap, batik sablon dan batik printin.

Batik modern lebih mudah dijumpai, dan harganya pun tidak terlalu tinggi. Batik modern telah berkembang, banyak motif yang berkembang, antara lain:

2.1. Gaya Abstrak

Gaya abstrak adalah batik yang mengambarkan burung terbang, ayam tarung atauberadu garuda melayang, ledakan senjata bunga, dan sebagainya.

2.2. Gaya Gabungan

Gaya lukisan adalah batik motifnya merupakan hasil pengolahan dan penggabungan motif-motif dari dari berbagai daerah menjadi suatu rangkaian yang indah.

2.3. Gaya Lukisan

Gaya Lukisan adalah gaya batik yang motifnya menggambarkan seperti lukisan, misalnya saja pemandangan.

2.4. Gaya Khusus cerita lama

Gaya khusus cerita lama kadang merupakan campuran antara riil dan abstrak, batik motif yang diambil dari cerita lama seperti ramayana atau mahabarata.

Motif Batik – Kesimpulan

Begitu banyak motif batik yang ada di Indonesia merupakan kekayaan budaya yang wajib kita ketahui dan lestarikan.

Jangan sampai, karena ketidaktahuan dan rasa enggan melestarikan budaya batik, akhirnya batik diakui oleh negara lain.

Semoga tulisan yang lumayan panjang ini dapat memberikan sedikit wawasan bagi Anda dan membuka kesadaran kita bersama untuk ikut menjaga keindahan dan kelestarian Batik Indonesia.

Yuk, Bagikan kepada Orang Terdekatmu!
1Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here